Minggu pertama dan kedua…
Di mood saya yang seharusnya kacau and desperate due to recent loss, kok saya-nya malah merasakan nothing happen dan merasa nyaman aja dengan keadaan. Barangkali efek dari pengalaman sebelumnya yang berbuah gagal, berkahnya sudah siap mental! Di ahir penyelesaian masalah, sesuatu yang membuat aku shock dan mata baru melek. Tidak semua seperti keliatannya (Nath, pinjam kalimatmu yach hehe). Ajaibnya perasaan yang mengebu kok menguap begitu aja, tanpa sisa, tanpa merasa hancur.
Di minggu ketiga…
Saya sedang dalam balutan emosi yang berbelit belit.
Sedih, marah, sayang, benci dan kangen. Sedang menghampiri saya.
Buat pria, menghadapi ini hanya 2 atau 3 hari dah hilang, sambil round- round + dengerin musik dari audio car ato main PS hingga dini hari, bisa jadi kongkow – kongkow di Godiva atau semacamnya sudah hilang.
Bagaimana dengan saya? wanita bijaksanapun terlihat bodoh kalo sudah terlibat dengan perasaan.
(apalagi saya yang merasa jauh dari bijaksana). Kadang malam malam tertentu saya masih menggenangkan air mata untuknya.
Adalah potret sebuah keluarga yang terbingkai dari frame “ elite ?” dimana perjodohan merupakan sebuah sarana untuk mencapai tahap kehidupan yang lebih ber “imej” baik dan tercepat. (sedemikian haus kehormatankah? + pelarian dari kegagalan pilihan di masa lalu? + upaya mempertahankan kewarasan hidup? + yang perlu pencerahan itu saya ato mereka?) Arghhh, entahlah saya tidak berhak meng-judge mereka seperti mereka men-judge saya.
Ternyata apa yang saya miliki sekarang, perasaan dan ketulusan tidak cukup kuat, persoalannya terletak pada gelar. Sebuah profesi di jadikan senjata utama. Lantas hanya profesi dokterkah yang layak di hargai ? bagaimana profesi lainnya? Terlalu dangkal jika esesensi hidup terletak di situ dan over manipulate.
Sialnya para yang mengatasnamakan ”orang tua” ini senang memilih kalimat durhaka dan tidak berbakti seandainya ada penolakan dari yang muda. Meski penyampaian cara damai telah di tempuh, semua fakta dan alibi juga telah di kerahkan tetap aja hasilnya Nihil! (atau kamu belom mencoba nath? hehehe).
Kenapa tidak berdamai dengan fakta, perjodohan itu jelas gambling, yang bisa memenjarakan perasaan …D’oh yang berbakti yang menderita…
(Nathan, Happy late valentine! kamu hebat kok bisa bertahan waras di tengah tengah ketidakwarasan itu and while my injured ego I was found about my self, more. Wish u too)