Rama & Sinta
Sinta.Lambang cinta yang tak pernah padam walau di goda oleh Rahwana yang mempunyai sepuluh muka. Sudah seharusnya Sinta menjadi pasangan Rama, tetapi Rama sang “pewaris tunggal silsilah kerajaan” mengemban titah yang harus di tunaikan meski hatinya jadi taruhan.
Atas semua pengharapan dan keinginan memamerkan kedigdayaan kerajaan, upacara sacrament telah di rencanakan. Kelak, ketika kabut senja memeluk kota. Demi pengabdian dan ajaran cultural yang sakti mandraguna itu Rama tidak bisa mengelak tanpa bermaksud menyakiti Sinta. Sinta layaknya terhempas dalam lorong lorong gelap, sunyi dan memilukan.
Tak kuasa menyatukan kisah Ramahyana yang maha dahsyat dalam sebuah dunia yang sebenarnya, Ramapun bertekad melukiskan dunia penuh warna di kanvas kehidupan Sinta lewat sisa waktu yang ada. Dilema melanda, tak kuasa menolak Sinta memilih terjebak dalam hubungan yang mendebarkan dan tidak menjanjikan. Cerita pun bergulir.
Kepada Rama; ” Tolong katakan kepadaku, dimana aku bisa mengubah darahku agar aku bisa menjadi seseorang dari golonganmu yang bisa leluasa mendampingimu?”
(addicted to weblog, addicted to love, addicted to u, u ..and u)